Popular posts

Followers

wahyu putra pamungkas



          Bulan merupakan benda langit yang mengelilingi Bumi. Selain itu, Bulan juga berputar   pada porosnya (rotasi). Waktu yang diperlukan Bulan untuk mengelilingi Bumi sama dengan waktu yang diperlukan Bulan untuk melakukan satu kalirotasi, yaitu 29,5 hari. Oleh karena itu, bagian Bulan yang menghadap Bumi selalu sama dari waktu ke waktu.
Di Bulan tidak ada kehidupan. Tanah di Bulan sangat gersang dan tidak terdapat air dan udara. Suhu pada malam hari sangat panas. Hal tersebut terjadi karena di Bulan tidak terdapat atmosfer yang melindungi agar udara dan air tidak hilang, serta mempertahankan suhu antara siang dan malam.

          Permukaan Bulan memantulkan cahaya Matahari. Cahaya Matahari yang di pantulkan oleh Bulan sebenarnya tidak terlalu banyak. Akan tetapi, karena cahaya Matahari sangat terang, membuat Bulan terlihat seperti bola yang berpijar. Cahaya Matahari yang diterima oleh Bulan di di pantulkan ke Bumi, Bulan seolah-olah tampak bercahaya. Selama Bulan beredar mengelilingi Bumi, adakalanya Bulan menerima cahaya Matahari secara utuh, ada kalanya sebagia, dan adakalanya tidak menerima cahaya karena cahaya Matahari terhalang oleh Bumi.

          Selama Bulan bergerak mengelilingi Bumi, terjadi perubahan sudut antara posisi Matahari, Bulan, dan Bumi. Perubahan bentuk bulan tersebut dinamakan fase Bulan. Fase-fase Bulan tersebut adalah sebagai berikut.





a.       Fase Bulan Muda atau Bulan Mati
          Pada fase pertama, Bulan hamper tidak dapat di lihat dari Bumi. Hal ini terjadi karena posisis bulan berada mi Matahari dan Bumi. Permukaan Bulan yang menghadap Matahari mendapatkan cahaya Matahari, sedangkan dari Bumi hanya terlihat bagian Bulan yang membelakangi cahaya Matahari. Oleh karena itu, Bulan tampak sangat gelap dan tidak terlihat dari Bumi.

b.      Fase Bulan Sabit
          Setelah satu atau dua hari perjalanan Bulan mengelilingi Bumi., pengamat dari Bumi dapat melihat separuh sisi Bulan yang mendapat cahaya Matahari.

c.       Fase Bulan Separuh
          Setelah tujuh hari perjalanan Bulan mengelilingi Bumi, pengamat dari Bumi dapat melihat separuh sisi Bulan yang mendapat cahaya Matahari.

d.      Fase Bulan Bungkuk (Tiga perempat)
          Setelah sebelas hari bulan mengelilingi Bumi, pengamat dari Bumi dapat melihat tiga perempat sisi Bulan yang terkena cahaya Matahari.

e.      Fase Bulan Purnama
          Pada fase Bulan purnama seleruh sisi Bulan yang terkena cahaya Matahari menghadap Bumi, sehingga pengamat di Bumi dapat melihat seluruh pantulan cahaya Matahari. Bulan terlihat bulat bercahaya penuh. Pada saat ini posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, tetapi tidak berada pada satu garis lurus. Setelah bentuk Bulan purnama, bentuk-bentuk Bulan kembali seperti bentuk semula, yaitu berbentuk Bulan Bangkuk, Bulan Separuh, Bulan Sabit, dan Bulan Mati.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

www.wahyuboisheda.blogspot.com